Kenangan Bengawan Soro’ di Nara itu muncul sehubungan kabar sakitnya Sang Pencipta lagu itu. Kini, si pencipta lagu Bengawan Solo sedang terbaring di rumah sakit PKU Muhamadiyah Surakarta, setelah menjalani operasi prostat Senin dinihari. Laporan teman dari Surakarta menyebutkan, Sang Maestro yang sudah berusia 92 tahun itu, Senin sore ini sudah mulai bisa tertawa. Ketika beberapa anak SD menjenguknya ia yang lahir pada tanggal 1 Oktober 1917 pun ikut bernyanyi Bengawan Solo bersama mereka.
Bengawan Solo, sepertinya sudah menjadi salah satu ciri khas Indonesia, setidaknya di Jepang. Pada tahun 1980, Gesang telah datang ke Sapporo Jepang memenuhi Undangan perhimpunan persahabatan Sapporo Indonesia. Pada saat itulah untuk pertama kali berlangsung pergelaran musik kroncong di Jepang dengan penampilan khusus Gesang dengan Bengawan Solonya. Selain Bengawan Solo, Gesang juga menciptakan beberapa lagu kroncong lainnya yaitu jembatan merah,saputangan,,si piatu,roda dunia,dunia berdamai,tirtonadi,pemuda dewasa,luntur,bumi emas tanah airku,dongengan,sebelum aku mati
Gesang, yang bernama lengkap Gesang Martohartono, masuk rumah sakit PKU Muhamadiyah Senin malam karena merasa kondisi badannya sangat lemah. Senin dinihari, dokter selesai melakukan operasi prostat yang merupakan keduakali sejak yang perta
Sambil mengenang dan mendoakan kesembuhan dan umur panjang yang barokah bagi Sang Maestro Kroncong, bagi teman yang ingat lagu Bengawan Solo, mari bersama sama kita senandungkan lagu yang liriknya adalah sebagai berikut :
bengawan solo, riwayatmu ini
sedari dulu jadi perhatian insani
musim kemarau, tak seberapa airmu
di musim hujan air meluap sampai jauh …
mata airmu dari s
oloterkurung gunung seribu
air mengalir sampai jauh
akhirnya ke laut …
itu perahu, riwayatmu dulu
kaum pedagang s’lalu naik itu perahu.
Salam
M.KABUL BUDIONO.
02.27 |
Category: |
0
komentar
Comments (0)